Sunday, 17 November 2013

Roda Ban dan Rantai Materi Kelas XI TSM SMK ( Roda )



Fungsi Roda :
  • Sebagai penopang seluruh berat kendaraan, penumpang dan beban.
  • Sebagai penggerak sepeda motor dari tenaga mesin yang disalurkan melalui sistem pemindah daya.
  • Menyerap kejutan yang diterima dari permukaan jalan yang tidak rata.
  • Sebagai bidang kontak terhadap permukaan jalan untuk mengontrol arah kendaraan dan pengereman.
Gangguan Pada Roda :
Kemudi terasa berat
  • Mur bantalan kepala kemudi terlalu kencang
  • Bantalan kepala kemudi rusak atau tidak berfungsi
  • Tekanan udara ban tidak cukup
  • Routing kabel tidak benar
Kemudi menarik ke satu arah atau tidak
berjalan lurus
  • Garpu bengkok
  • Poros roda bengkok
  • Roda tidak terpasang dengan baik
  • Bantalan kepala kemudi tidak berfungsi
  • Rangka bengkok
  • Bantalan roda aus
  • Komponen engsel lengan ayun aus
Roda depan bergoyang
  • Pelek bengkok
  • Bantalan roda depan aus
  • Ban aus sebelah
  • Poros depan tidak dikencangkan dengan baik
Roda tidak berputar dengan
lancar
  • Bantalan roda tidak berfungsi
  • Poros depan bengkok
  • Rem seret
  • Gear Speedometer macet/seret

Bantalan Roda Berfungsi :
  • Sebagai bantalan antara hub/tromol dengan poros, sehingga roda dpt berputar dengan lancar.
  • Mengurangi gesekan.
  • Menahan beban.
Pemeriksaan Bantalan
  • Periksa kelonggaran radial maupun aksial.
  • Putar lingkaran bagian dalam pada setiap bantalan dengan jari. Bantalan harus berputar dengan halus dan tanpa suara.
  • Juga periksa bahwa lingkaran bagian luar bantalan terpasang kencang pada hub.
  • Lepaskan dan gantikan bantalan jika tidak dapat berputar dengan halus dan tanpa suara, atau terpasang kendor pada hub.

SOAL KELAS XII TSM CVT

1.      Kelebihan utama dari sistem CVT, kecuali :
a.      Memberikan perubahan kecepatan dan perubahan torsi dari mesin ke roda belakang secara otomatis
b.      Perbandingan ratio yg sangat tepat tanpa harus memindah gigi .
c.       Tidak perlu mengganti V-belt
d.      Tidak terjadi hentakan yang biasa timbul pada perpindahan gigi .
e.       Perubahan kecepatan sangat lembut dengan kemampuan mendaki yang baik .

2.      Yang bukan termasuk komponen transmisi otomatis CVT adalah:
a.      Camshaft
b.      Primary sliding sheave (pulley bergerak)
c.      Weight / Pemberat
      d.      Secondary fixed sheave(pulley tetap)
      e.      Secondary sliding sheave (pulley bergerak)

3.

Urutan nama komponen yang tepat adalah :
a.      Torque cam, clutch carier, clutch housing, fixed sheave, sliding sheave
b.      Torque cam, fixed sheave, sliding sheave, clutch carier, clutch housing
c.      Clutch carier, torque cam, fixed sheave, sliding sheave, clutch housing
d.      Fixed sheave, clutch carier, torque cam, sliding sheave, clutch housing
e.      Torque cam, clutch housing, fixed sheave, sliding sheave, clutch carier

4.                                                                                                                       

pada gambar di samping menunjukkan CVT sedang bekerja pada putaran…..
a.      Putaran langsam
b.      Putaran Menengah
c.      Putaran Tinggi
d.      Saat Mulai Berjalan
e.      Semua jawaban salah

5.      Fungsi dari kopling centrifugal pada CVT adalah :
a.      Penghubung pulley primer dengan crankshaft
b.      Penghubung pulley sekunder dengan gear reduksi
c.      Penghubung as kick starter dengan crankshaft
d.      Penghubung gear reduksi dengan roda
e.      Semua jawaban salah                                                                                                 

6.      Apakah nama komponen yang berfungsi sebagai pengatur gerak sliding pada primary sliding sheave :

a. Torque cam                                                          
b. Clutch carier                                                         
c. Weight/ pemberat
d. V-belt
e. Gear reduksi


Saturday, 16 November 2013

SOAL KELAS X SMK TSM ALAT UKUR


  1. Setiap satu kali putaran penuh (360o) pada skala thimble micrometer menunjukkan gerakan sepanjang
    1. 1 mm                                       c. 0,5 mm
    2. 0,1 mm                                    d. 0,05 mm
  2. Alat untuk mengukur keolengan velg roda/ rim wheel adalah :
    1. Dial gauge                               c. Micrometer
    2. Vernier calliper                        d. Cylinder gauge
  3. Hasil akhir pengukuran diameter silinder adalah 53,54 mm, maka rod dan washer yang digunakan adalah :
    1. Rod 50 mm, washer 3 mm + 0,5 mm
    2. Rod 50 mm, washer 2 mm + 1 mm 
    3. Rod 50 mm, washer 3 mm + 1 mm 
    4.  Rod 50 mm, washer 2 mm + 0,5 mm
4. Penggunaan jangka sorong berikut yang paling tepat berdasarkan nilai ketelitiannya adalah pada pengukuran :
a.  diameter dalam blok silinder
b.  ketebalan kanvas kopling
c.  jarak main (free play) pedal rem
d.  diameter luar piston
5.      Fungsi utama Skala Vernier adalah untuk :
a.  mengetahui diameter luar benda kerja silindris
b.  menambah ketelitian pengukuran sampai angka desimal
c.  menyesuaikan panjang suatu benda kerja
d.  menunjukkan angka nominal hasil pengukuran
6.      Suatu jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm menampilkan data pengukuran sebagai berikut : “ Angka 0 skala Vernier tepat segaris dengan angka 10 skala utama “.
Pembacaan tersebut sama dengan :
a.      0,0 mm                                    c. 10,10 mm
b.      0,10 mm                                  d. 10,0 mm
7.      Yang berfungsi sebagai skala utama pada Micrometer adalah :
a.       skala vernier                            c. skala sleeve
b.      rachet                                      d. skala thimble
8.      Untuk mengukur diameter luar piston, maka alat ukur yang paling tepat digunakan adalah :
a.   Jangka Sorong                         c. Micrometer
b.   Dial Gauge                              d. Cylinder Gauge
9.      Angka ketelitian yang sering dijumpai pada peralatan ukur jangka sorong / mistar geser adalah :
a.      0,002 & 0,005 mm
b.      0,02 & 0,05 mm
c.      0,2 & 0,5 mm
d.     0,01 & 0,001 mm
10.  Berikut ini adalah jenis – jenis  pekerjaan yang dapat dilakukan oleh dial gauge/ jam pengukur, kecuali :
a.      Mengukur kerataan permukaan bidang datar
b.      Mengukur kerataan serta kebulatan sebuah poros
c.      Kerataan permukaan dinding silinder
d.      Mengukur diameter luar suatu poros
11.  Fungsi dari skala timble pada micrometer adalah :
a.      Menunjukkan nilai angka nomimal hasil pengukuran
b.      Menunjukkan nilai angka desimal hasil pengukuran
c.       Mengatur tekanan pada benda kerja
d.      Berputar mengikuti gerakan dari proses pengukuran
12.  Micrometer yang digunakan untuk mengukur piston Astrea Supra over size 75 adalah micrometer dengan batas ukur :
a.       0 – 25 mm
b.      25 – 50 mm
c.       50 – 75 mm
d.      75 – 100 mm 
  1. Pada saat mengukur diameter silinder jika kita tidak mengetahui tipe mesinnya, alat ukur yang pertama kali digunakan adalah:
a. Feeler Gauge                             c. Cylinder Bore Gauge
b. Jangka Sorong                           d. Micrometer
14.  Pada jangka sorong dengan ketelitian 0,05 mm skala verniernya terbagi dalam berapa ruas?
a.      20 ruas                                     c. 25 ruas
b.      10 ruas                                     d. 50 ruas
15.  Setiap ruas skala utama jangka sorong dengan satuan inch nilainya adalah :
a.      1/16 inch                                 c. 1 inch
b.      1/32 inch                                 d. 1/128 inch
16.  Nilai setiap ruas pada skala sleeve bagian bawah adalah :
a.       0, 5 mm                                   c. 0,01 mm
b.      1,0 mm                                    d. ½ putaran timble
17.  Apabila poros micrometer sudah menyentuh permukaan bidang benda kerja yang diukur maka agar tidak merusak micrometer, maka bagian yang harus diputar adalah ;
a.        Skala thimble
b.        Skala sleeve
c.         Ratchet
d.        Pengunci
18.  Gambar berikut adalah menunjukkan hasil pengukuran dengan mistar geser sebesar :



a.         23,75 mm                                c. 20,55 mm
b.        22,53 mm                                d. 21,55 mm

19.  Gambar berikut adalah menunjukkan hasil pengukuran dengan mistar geser sebesar :



a.       43,25 mm                                c. 40,25 mm               
b.      42,25 mm                                d. 41,24 mm

20.  
 


              Gambar berikut adalah menunjukkan hasil pengukuran dengan mistar geser sebesar :

a.     3 1/128 inch                             c. 1 3/128 inch
b.    4 3/128 inch                             d. 1 3/16 inch

21.  Gambar berikut adalah menunjukkan hasil pengukuran dengan micrometer sebesar :



a.    11,245 mm                              c. 10,245 mm
b.    11,250 mm                              d. 10,240 mm

  1. Jarum pendek pada dial gauge akan bergerak satu ruas jika jarum panjang bergerak :
    1. 1 putaran                                 c. 5 putaran
    2. 2 putaran                                 d. 10 putaran
  1. Setiap ruas pergerakan jarum pendek pada dial gauge dengan ketelitian 0,01 mm nilainya :
    1. 0,01 mm                                  c. 0,1 mm
    2. 0,02 mm                                  d. 0,05 mm
24.  Hasil pengukuran diameter silinder di suatu titik tertentu, jarum indikator bergerak ke kanan lebih besar di bandingkan posisi lainnya, maka bagian tersebut :
    1. Diameternya lebih besar
    2. Keausannya lebih kecil
    3. Keausannya lebih besar
    4. Dinding silinder tidak rata
25.  Cara membaca hasil pengukuran kebengkokan poros engkol dengan dial gauge adalah :
a.       Membaca posisi jarum paling kanan
b.      Membaca posisi jarum paling kiri
c.       Membaca besarnya pergerakan jarum dari paling kiri dan paling kanan
d.      Membaca pergerakan jarum dari paling kiri dan paling kanan dibagi dua 


Referensi Soal :
Soal Kewirausahaan Kelas X