Sunday, 3 November 2013

Battery Materi SMK TSM Perawatan Baterai

Selamat pagi teman-teman....

Baterai adalah penyimpan energi listrik yang terdiri dari beberapa sel yang dihubungkan satu dengan lainnya secara seri dan disatukan menjadi sebuah blok baterai terbuat ebonit/ plastik.Sel-sel ini berisi cairan elektronik (asam belerang ) atau H2SO4 yang merendam pelat-pelat baterei. Setiap sel mempunyai tegangan 2 volt, untuk baterai 12 volt berarti ada 6 sel yang dihubung seri.
Baterai sepeda motor merupakan penyimpan energi listrik yang dihasilkan kumparan alternator atau spul. Alternator menghasilkan arus listrik AC, selanjutnya distabilkan dan dirubah menjadi arus DC oleh Regulator Rectifier.

Baterai pada sepeda motor mempunyai fungsi untuk :
1.      Menyimpan energi listrik dari alternator/ generator saat mesin hidup
2.      Mensuplai energi listrik untuk :
a.   Motor starter
b.   Sistem pengapian
c.   Penerangan
d.   Klakson dll

Konstruksi Baterai
                                                             konstruksi 1 sel baterai
Baterai terdiri dari beberapa sel. Setiap sel terdiri dari pelat positif dan pelat negatif. Sel ini dibuat dari pelat logam timbel berpori, dengan maksud mempermudah reaksi kimia pada permukaan berpori tersebut.
Bahan aktif dari pelat positif adalah timbel dioksida (PbO2) berwarna coklat dan untuk pelat negatif adalah timbel (Pb) berwarna abu – abu.
Pelat – pelat ini digabung dalam blok blok sel. pelat positif dibatasi oleh Isolasi (separator) Yang terbuat dari ebonit atau pelastik.
Blok – blok sel ini dimasukkan dalam blok baterai yang diisi larutan Asam sulfat (H2SO4). Dan setiap blok sel menghasilkan tegangan Sebesar 2 Volt.
Untuk memperoleh tegangan 12 Volt, baterai memburuhkan 6 blok sel yang masing – masing bertegangan 2 Volt dan dirangkai secara seri.
  
 Melepas Baterai
Ketika melepaskan baterai dari sepeda motor, sebaiknya mesin dimatikan terlebih dahulu. Untuk menghindari hubungan singkat (konsleting), lepaskanlah kabel pada terminal negatif (ground).   

Memasang Baterai
Jika memasangkan baterai, hubungkan kabel terminal positif terlebih dahulu. Perhatikan pipa pernapasan (breatther) jangan sampai tersumbat atau tergencet. Jika hal ini terjadi, maka tekanan gas yang dihasilkan di dalam baterai akan naik, sehingga dapat memecahkan baterai.

Bila membuka atau memasang baterai, hati – hatilah agar cairan baterai (elektrolit) tidak keluar. Kalau ada cairan baterai mengenai tangan ataupun lainnya, segeralah cuci dengan bersih berkali – kali dan pergilah kedokter bila perlu.

Pemeliharaan Baterai
Untuk menjaga keawetan baterai, baterai perlu dirawat secara berkala.
1)     Memeriksa permukaan elektrolit (H2SO4)
 Elektrolit permukaan harus berada antara batas atas (upper) dan batas bawah  (lower). Jika berada di bawah batas bawah, maka elektrolit harus ditambah dengan air destilasi (air murni) sampai batas yang ditentukan.

2)   Jika pada kutup/terminal baterai terjadi jamur sulfat berarti terjadi kebocoran pada rumah baterai. Jamur sulfat ini sangat menganggu hubungan antara kutup/terminal baterai dan sepatu kabel sehingga perlu dibersihkan secara berkala. Pembersihan berkala ini dilakukan dengan menggunakan larutan soda api atau air panas, detergen, kertas gosok dan lap
3)   Memeriksa keadaan pengisian baterai.
Kondisi pengisian baterai dapat diperiksa dengan mengukur berat jenis elektrolit dengan alat yang disebut Hidrometer.

Kondisi isian

Baterei

Berat Jenis

Tegangan sel


Penuh
Sedang
Kosong

1,28 – 1,25 kg/1
1,25 – 1,20 kg/1
         <1 kg="" span="">

2          Volt
1,75 Volt
1,75  Volt

Langkah – langkah pemeriksaan berat jenis elektrolit dengan menggunakan Hidrometer adalah sebagai berikut :
a)   Buka salah satu tutup baterei.
b)  Masukkan hidrometer ke dalam salah satu sel, tekan bola karet penghisap kemudian lepaskan elektrolit akan terhisap ke atas secara perlahan – lahan ke dalam tabung gelas hidrometer.hingga tabung apung pengukur berat jenis mengambang. Tabung apung dalam hidrometer akan mengukur berat jenis elektrolit. Berat jenis berubah berdasarkan temperatur, setiap 1° C akan berubah sebesar 0,0007 kg/l



Gambar Hidrometer

Untuk membaca membaca hidrometer, mata harus sejajar dengan permukaan larutan elektrolit dalam tabung kaca. Tabung apung terdapat angka-angka kalibrasi dan anda dapat membaca secara akurat besarnya berat jenis elektrolit.Setiap sel baterai harus diperiksa kemudian dibandingkan dengan sel-sel yang lain. Perbedaan maksimum berat jenis antar sel adalah 0.020 kg/l. Larutan elektrolit harus jernih tidak terkotori. Elektrolit yang tidak jernih menunjukkan bahwa ada bahan aktif dari plat-plat baterai (PbO2 dan Pb) yang terlepas dan larut/tercampur dengan elektrolit. Hal ini akan mengurangi kapasitas baterai dan dapat menyebabkan hubung singkat antara plat-plat baterai.

4)    Mengisi Baterai
Langkah – langkah mengisi baterai.
a.     Lepaskan/ bukalah setiap sel tutup baterai.
b.     Hubungkan charger/pengisi arus dengan baterai.
Berhati – hatilah agar hubungan polaritas dari kabel – kabel tidak terbalik.
c.     Arus yang masuk ke baterai seharusnya 10% kapasitas baterrei.
Contoh.: Sebuah baterai sepeda motor dengan kapasitas 4 AH, baterai harus diisi arus sebesar 0,4 A.
d.    Jangka waktu yang diperlukan untuk mengisi adalah 8 – 10 jam.
Jika baterai kosong pengisiannya memerlukan waktu 12 – 15 jam.
e.   Hindarkan api atau rokok, dan ruangan harus cukup ventilasi, karena selama pengisian, baterai yang cepat akan menhasilkan gas hydrogen.
f.      Pengisian baterai yang cepat akan mengurangi usia aki.
g.    Setelah diisi, ukurlah berat jenis elektrolit. Jika tidak berada pada 1,28 – 1,25 kg/1, berarti baterai tersebut rusak.

5)  Menyimpan Baterai 
       Jika baterai akan disimpan dalam jangka waktu tertentu/lama perlu kiranya diperhatikan hal – hal sebagai berikut :
a.      Simpanlah baterai di tempat yang kering
b.      Usahakan udara cukup kering, suhu jangan terlalu panas
c.       Hindarkan dari jangkauan anak – anak
d.   Jika baterai dalam keadaan penuh, akan terjadi proses elektrokimia yang menyebabkan baterai kosong. Pengosongan baterai menyebabkan kondisi isian berkurang 0.5 – 1 % dari kapasitasspesifik perhari. Untuk menghindari pensulfatan, maka setiap minggu 2 sekali, baterai yang tidak dipakai harus diisi arus.
kunjungi materi berikut: Materi SMK TSM Transmisi Otomatis CVT

 

REALITA

Cari duit emang susah....tetapi lebih susah lagi kalo gak punya duit......OK

Friday, 1 November 2013

Materi SMK TSM Transmisi Otomatis CVT Continuously Variable Transmission




Selamat Pagi Teman-teman…..
Pembahasan materi kali ini yaitu tentang transmisi otomatis pada sepeda motor: CVT (Continuously Variable Transmission)
Apa si CVT……
CVT adalah transmisi otomatis yang perubahan kecepatannya berfariasi dan berkesinambungan. Perubahan kecepatan pada cvt sangat halus dan tidak ada hentakan seperti pada transmisi manual. Sepeda motor yang menggunakan CVT diantaranya Mio, Xeon, Nouvo, Vario, Beat, Spacy, Scoopy, Spin, Nex, Sky Wave, Sky Drive, Jet matic Kymco, dll
keterangan gambar :
A. Crankshaft
B. Primary sliding sheave (pulley bergerak)
C. Weight / Pemberat
D. Secondary fixed sheave(pulley tetap)
E. Secondary sliding sheave (pulley bergerak)
F. Primary drive gear shaft
G. Clutch housing/Rumah kopling
H. Clutch carrier
I.  V-belt
J. Primary fixed sheave

Pada CVT terdapat 2buah puli, yaitu puli primer (depan) dan puli sekunder (belakang). Antara puli primer dan sekunder dihubungkan oleh sabuk (v-belt).

·         Puli primer

                                                            gb. komponen puli primer

·         Puli Sekunder



CARA KERJA CVT

Putaran Langsam

Pada putaran ini motor sudah menyala tetapi roda belum berputar. Pada saat ini putaran mesin masih rendah, Gaya centrifugal clutch carrier lebih kecil dari gaya per penarik. Sehingga sepatu (kanvas centrifugal) belum mengembang / tidak cukup tenaga menggerakan rumah kopling. Alhasil roda belum berputar

Saat Mulai Berjalan


Pada saat ini putaran mesin bertambah, bertambahnya putaran mesin menyebabkan Kopling centrifugal mulai mengembang menyentuh rumah kopling sehingga roda pun sudah mulai berputar.  Kopling centrifugal mulai mengembang dari putaran 2.550 ke 2.950 rpm dan Kopling terkopel penuh pada putaran 4.700 ke 5.300 rpm (sumber: Yamaha edc-new model nouvo II-03-ris)

Putaran Menengah


Pada saat ini putaran mesin bertambah tinggi, putaran puli primer bertambah sehingga weigh/pemberat didalamnya terlempar (mengalami gaya centrifugal) dan mendesak primary sliding sheave untuk bergerak keluar. Puli primer mulai menyempit sehingga tapak v-belt pada puli juga bertambah besar. Lihat gambar di atas, diameter v-belt pada puli primer dan sekunder sama besar

Putaran Tinggi


Putaran mesin tinggi menyebabkan weight terlempar sepenuhnya, puli primer menyempit dan v-belt berada pada diameter paling besar. Sedangkan pada puli sekunder, diameter v-belt berada pada diameter terkecil sehingga menghasilkan perbandingan putaran yang semakin meningkat .

Torsi Cam

Torsi cam adalah komponen yang terdapat pada puli sekunder yang berfungsi untuk menaikkan torsi roda belakang ketika kendaraan menanjak


  (sumber: Yamaha edc-new model nouvo II-03-ris)

ALAT UKUR MISTAR BAJA


Semangat pagi teman-teman….
Penggaris atau mistar bermacam-macam jenisnya, penggaris lurus, penggaris segitiga siku-siku, penggaris sigi tiga sama sisi yang terbuat dari plastik atau logam, mistar tukang kayu, dan penggaris berbentuk pita (meteran pita). Mistar mempunyai batas ukur sampai 1 meter, sedangkan meteran pita dapat mengukur panjang sampai 3 meter. Mistar memiliki ketelitian 1 mm atau 0,1 cm. Posisi mata harus melihat tegak lurus terhadap skala ketika membaca skala mistar.
 gambar cara memandang skala penggaris

Pada postingan ini akan saya fokuskan pada pembahasan mistar atau penggaris yang biasa digunakan untuk pekerjaan bengkel otomotif, yaitu mistar baja
gambar mistar baja
Ternyata mistar banya sangat berguna pada pekerjaan bengkel otomotif, yaitu untuk mengukur gerak bebas ( FreePlay ) pada komponen sepeda motor, seperti:
a.      Gerak Bebas Rantai Roda
gambar jarak bebas rantai roda
Gerak bebas rantai roda adalah jarak bebas rantai yang berfungsi untuk toleransi gerakan rantai ketika sepeda motor berjalan, atau bisa disebut jega dengan kekencangan rantai. Kekencangan rantai roda harus tepat, tidak boleh terlalu kencang (gerak rantai seret/tidak lancar) dan tidak boleh terlalu kendor (rantai bisa lepas).

b.      Gerak Bebas Kopling

Seperti gambar di atas yang ditunjuk anak panah, walaupun handle kopling sudah di tarik tetapi kopling belum bekerja
c.      Gerak Bebas Rem depan/belakang

Gambar di atas adalah gambar gerak bebas pedal rem. Gerak bebas pedal rem harus pas tidak boleh terlalu besar/dalam, karena akan mempengaruhi kerja rem

Contoh pekerjaan di atas sebenarnya bisa juga dikerjakan/diukur menggunakan mistar plastik/mika, tetapi kalau dilihat dari kwalitas bahannya tentu saja akan lebih awet jika menggunakan mistar baja. Ya kalau untuk sekedar darurat si oke2 saja, tapi kalau untuk pekerjaan bengkel ya lebih baik menggunakan mistar baja

Demikian pembahasan tentang mistar baja, mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua…..
nantikan postingan berikutnya ya......
alat ukur feeler gauge 
Battery Materi SMK TSM Perawatan Baterai